Blog

Blog contohpajak.com

Oleh

Video Tutorial e-SPT 1770 Untuk Usahawan & Karyawan

 280 total views,  3 views today

Ini rangkaian terakhir untuk seri lapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara elektronik. Kemarin sudah yang e-filing 1770-S, e-filing 1770-SS, e-Form 1770, sekarang e-SPT 1770 dan 1770-S sekaligus.

Intinya banyak cara untuk mau lapor SPT tanpa harus ke KPP. Tinggal disimak aja dan dicari mana yang sesuai selera.

Kalo masih bingung, ya nanya aja, jangan dipendem ya, nanti kebawa mimpi..

  • Save

9 Comments

  • frangky
    - February 13, 2020 - 9:10 pm

    Selamat Pagi Pak Dwi,

    Saya ingin bertanya mengenai pengisian e-SPT 1770 ini.

    Jika Wajib Pajak Kriteria PP23/2018 yang transaksinya dipotong oleh Pemotong Pajak yang ditunjuk sebagai Pemotong Pajak, Apakah masih diwajibkan mengisi Lampiran “Daftar Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh Final” yang disetor sendiri pak ?

    Jika WP Kriteria PP23 tidak ada penyetoran PPh Final (dikarenakan sudah di potong oleh Pemotong Pajak), bagaimana dengan pengisian Lampiran tersebut ?

    Dan jika Bukti Potong yang diterima oleh WP Kriteria PP23 ternyata Beda Tahun Pajak, Bagaimana cara pengisian jumlah penghasilan bruto & PPh terutang pada Formulir 1770-III Bagian A no.16 nya ? Apakah di isi seperti Penghasilan atas Jasa Konstruksi (hanya mencantumkan jumlah penghasilan bruto & PPh terutang berdasarkan bukti potong yg diterima saja) ?

    Terima kasih sebelumnya pak.

    • Dwi Utomo
      - February 13, 2020 - 9:10 pm

      Selamat pagi Pak Frangky

      1. Tetap harus mengisi pak untuk Daftar “Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh Final” untuk semua omset baik yg dipotong atau setor sendiri 0.5%
      2. sama saja untuk cara pengisian, ya di bulan ada omset/transaksi diisikan omset dan PPh 0.5%
      3. Bukti potong beda tahun, transaksinya 2019, bukti potongnya 2020, sementara pajaknya 2019, seperti itu? Menurut saya ikut dengan riilnya saja pak, dan ikut kapan pajak itu dibayarkan, biar klop sama antara omset yang diakui dengan pajak yang dipotong/dibayar”

      Semoga bisa membantu

      • frangky
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Pagi Pak Dwi,

        Terima kasih atas jawabannya.

        Maaf agak panjang ceritanya… hehehe…

        Misalnya begini pak…..

        Tuan A (baru memiliki npwp sejak September 2019) memiliki usaha Jasa Catering. Pada tanggal 20 Nopember dan tanggal 20 Desember 2019, Tuan A memperoleh penghasilan dari usaha Jasa Catering dengan peredaran bruto masing-masing sebesar Rp 50.000.000,00. Tuan A bertransaksi dengan PT. Z yang merupakan Pemotong Pajak, dan Tuan A sudah menyerahkan fotokopi Surat Keterangan kepada PT. Z.

        Pada tanggal 10 Desember 2019, PT. Z melunasi tagihan untuk Invoice bulan Nopember 2019 dan memotong PPh Final 0,5% atas tagihan tersebut. PT. Z memberikan bukti potong (berupa SSP) dengan Masa Pajak Desember 2019 kepada Tuan A.

        Pada tanggal 10 Januari 2020, PT. Z melunasi tagihan untuk Invoice bulan Desember 2019 dan memotong PPh Final 0,5% atas tagihan tersebut. PT. Z memberikan bukti potong (berupa SSP) dengan Masa Pajak Januari 2020 kepada Tuan A.

        Pada tahun 2020, Tuan A harus segera melaporkan SPT Tahunan Pribadi 2019 nya.

        1. Apakah kolom “PPh Final yang dibayar” pada Lampiran “Daftar Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh Final” tetap di isi sesuai Masa Perolehan Penghasilan meskipun bukti potong (SSP) PPh Final 0,5% yang diterima Tuan A berbeda dengan Masa Perolehan Penghasilannya ?

        2. Berapa jumlah penghasilan bruto & PPh terutang yang harus dicantumkan pada Formulir 1770-III Bagian A no.16 ? karena Tuan A menerima bukti potong dengan Masa Pajak yang tidak sama dengan Masa Perolehan Penghasilannya.

        Demikian pak. Terima kasih sebelumnya…. 🙂

      • Dwi Utomo
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Nah seperti ini jelas infonya pak

        1. Untuk invoice 10/01/2020 dilaporkan di tahun pajak 2020 saja, karena sudah lewat tahun baik pembayaran dan pajaknya
        2. Karena invoice dan pajaknya di 2020, maka yang masuk di “Daftar Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh Final hanya yang dilunasi di 2019 saja”

        Salam

      • frangky
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Maaf pak, tanya lagi….

        Jika Tuan A ini melakukan Pembukuan. Apakah perlakuannya seperti itu juga ? Berarti total peredaran bruto pada laporan Laba Rugi nya tidak sama dengan total yang ada di “Daftar Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh Final” dong pak?

      • Dwi Utomo
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Jika menggunakan pembukuan dan pengakuan penghasilan di muka. Tentu diakui di 2019 dan mengakui pajak juga sebagai piutang. Umumnya untuk pencatanan UMKM berbasis cash, jadi sederhananya seperti itu

      • frangky
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Baik klo begitu pak. Terima kasih atas informasinya. Sukses selalu untuk blog nya.

        salam,

      • Dwi Utomo
        - February 13, 2020 - 9:10 pm

        Sama-sama Pak Frangky. Sukses juga untuk usahanya 👍

  • Cara Isi SPT Agen Asuransi – Contoh Pajak
    -February 13, 2020 - 9:10 pm

    […] sertakan di bawah jika ada yang membutuhkan. Tapi inget untuk laporannya tetap pakai eform atau e-SPT ya, nggak usah ke kantor pajak dulu, masih […]

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy link
Powered by Social Snap