Blog

Blog contohpajak.com

Oleh

Apa Itu Pajak Progresif?

 63 total views,  2 views today

Sedikit banyak saya mulai agak jengah dengan berita tentang Corona, walaupun begitu saya tetap memilah info yang valid dan obyektif sebisa mungkin dan tetap menjaga lingkungan mulai dari rumah sendiri dan sekitar sembari memilih lebih banyak diam di rumah bersama keluarga.

Well… pengantar postingan yang buruk..

Pajak progresif, jika diartikan kasaran artinya makin banyak objek pajaknya makin naik nilai pajaknya. Saat ini penerapan pajak progresif hanya ada di Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pada kepemilikan kendaraan, pajaknya mobil pertama dengan pajak mobil kedua ketiga dan seterusnya akan berbeda nilainya. Pajak mobil kedau lebih tinggi daripada pajak di mobil pertama, pajak mobil ketiga lebih tinggi daripada mobil kedua, pajak mobil keempat juga lebih tinggi daripada pajak mobil ketiga tetapi nanti mobil kelima dan seterusnya tarif pajaknya sudah maksimal jadi sama aja untuk jenis mobil dan tahun yang sama. Tapi PKB tidak berlaku untuk kendaraan perusahaan atau lembaga hanya untuk kendaraan pribadi atau mobil pelat kuning atas nama perorangan.

  • Save

Tarif pajak progresif di PPh pun demikian, ada lapisan-lapisan penghasilan dengan tarif pajak yang berbeda, untuk lapisan penghasilan pertama dikenakan 5%, untuk lapisan penghasilan kedua 15% hingga lapisan keempat 35% itu sudah mentok untuk lapisan keempat.

Nah, bagaimana cara menghitung pajak progresif ini. Sebagai ilustrasi akan saya gunakan simulasi dari penghasilan seorang dokter.

Dokter Arman M, mempunyai penghasilan sepanjang tahun 2019 dari praktek mandiri sebesar 1.144.000.000. Berapa PPh terutang 2019?

  • Save

Karena dokter termasuk jenis pekerjaan bebas, maka untuk mencari penghasilan netonya adalah dengan dikalikan norma profesi dokter sebesar 50%.

Penghasilan kotor setahun = 1.344.000.000
Penghasilan Neto = 50% x 1.344.000.000 = 672.000.000
PTKP K/3 = 72.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP): 672.000.000 – 72.000.000 = 600.000.000

  • Save

Maka pajak tahunan pribadinya adalah:
50.000.000 x 5% = 2.500.000
200.000.000 x 15% = 30.000.000
250.000.000 x 25% = 62.500.000
100.000.000 x 30% = 30.000.000
Total pajak tahunan = 125.000.000

Banyak juga ya, bisa dikatakan pajaknya sendiri 9% dari omsetnya. Tapi ya begitulah, karena sifatnya naik seiring kenaikan penghasilan itulah kenapa disebut pajak progresif 😇

Sumber: Pasal 17 UU Pajak Penghasilan

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy link
Powered by Social Snap