Blog

Blog contohpajak.com

Oleh

Intip, Cara Hitung Penurunan PPh Pasal 25 Masa 2020

 1,180 total views,  5 views today

Salah satu isi Perppu 1 Tahun 2020 adalah berlakunya tarif baru PPh Badan 2020, yang mana untuk tahun pajak 2020 dan 2021 tarif pajak badan menjadi 22%. Sekarang apa pengaruhnya?

Latar Belakang Turunnya Tarif PPh Badan

Jauh sebelum ada pandemi Corona, sudah ada wacana untuk menurunkan tarif pajak badan di Indonesia karena negara-negara tetangga tarif PPh badan relatif lebih rendah dari Indonesia. Ceritanya mau meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.

Saat ada pandemi ini, kemunduran usaha yang terjadi di semua negara menyebabkan penurunan tarif ini dipercepat agar manfaatnya bisa langsung segera dirasakan para usahawan. Untuk yang ini saya setuju.

Efeknya Apa?

Dengan turunnya tarif PPh badan maka angsuran PPh pasal 25/26 masa juga akan ikut turun dan cara hitungnya hanya berbeda di persentase pengalinya saja.

Yuk Hitung

Contoh Kasus

PT Conora sudah lapor SPT Tahunan PPh Badan 2019. Hitungan di induk 1771 adalah sebagai berikut:

  • Penghasilan Kena Pajak = 500.000.000
  • Tarif PPh Badan 2019 = 25%
  • PPh tahunan terutang = 500.000.000 x x25% = 125.000.000
  • Angsuran PPh 25/26 setahun = 120.000.000
  • PPh kurang bayar = 125 jt – 120 jt = 5.000.000

Jika angsuran PPh 25/26 untuk tahun 2020 dihitung dengan tarif lama 25%, maka menjadi 125.000.000 / 12 bulan = 10,5 jt

Tetapi jika dihitung dengan tarif baru 22%, akan menurun menjadi

  • Penghasilan Kena Pajak = 500.000.000
  • Tarif PPh badan 2020 = 22%
  • PPh tahunan terutang = 500.000.000 x 22% = 110.000.000
  • Angsuran PPh 25 2020 yg baru = 9,1 jt

Jadi selisihnya turunnya menjadi 10,5 jt – 9,1 jt = 1,4 juta tiap bulannya.

Lumayanlah bisa untuk dialokasikan di kebutuhan lainnya. Semoga tutorial ini bisa membantu. Tonton sampai habis juga video pendeknya di bawah ini untuk lebih jelasnya 👇

Sumber: SP DJP

4 Comments

  • ndok
    - April 8, 2020 - 6:04 pm

    jadi SPT Tahunan 2019 untuk menghitung PPh Pasal 29 masih menggunakan tarif 25% dan untuk oenghitungan angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2020 nya menggunakan tarif 22%, begitu ya om?

  • eca
    - April 8, 2020 - 6:04 pm

    ko udah diubah, untuk tarif tahunan nya ikutan 22 % yah. Jadi berubah kurang bayar tahunannya yah? kan katanya masa nya saja yang berubah? solusinya gan?

    • Dwi Utomo
      - April 8, 2020 - 6:04 pm

      Oh iya, kok bisa ya hehe..
      Saya masih utak-atik lagi ini.Untuk laporanna tetap dengan tarif PPh badan 25% saja. Sekalipun di hitungan angsuran pph 25 tetap keitung 25% tetapi pembayarannya dihitung dengan angsuran PPh 22%. Karena aturannya sudah berlaku, cuma kendala teknis di aplikasi saja.

Leave a Reply to Dwi Utomo Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy link
Powered by Social Snap